Nur Triana Yuananti

Guru BK di SMAN5 Bekasi sejak 17-7-17 . Berbagi dan belajar sepanjang hayat adalah panduan sejak lulus dari UNJ 2004 untuk mendedikasikan diri sebagai guru BK d...

Selengkapnya

Lisanmu Derajatmu

Allah Yang Maha Pengasih, yang telah mengajarkan Al Qur'an, Dia menciptakan manusia, mengajar nya pandai berbicara (Q.S. Arrohman 1-4) Salah satu perantara manusia dapat berbicara atau berkomunikasi adalah orangtua yang membantu mengajarkan kata demi kata agar anak dapat berkomunikasi yang difahami orang lain.

Di zaman modern seperti sekarang bentuk komunikasi semakin canggih. Berbagai media seperti chatting, email, WhatsApp, dan sebagainya mampu mengungkap makna tersirat dan tersurat dari seseorang yang melontarkan opini, inspirasi pengetahuan, sampai hiburan.

Ini artinya, berbagai bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang melalui media telah mewakili seseorang dalam berkomunikasi secara lisan.

Namun siapa sangka, dipaparkan dalam sebuah karya Imam Al Ghazali bahwa bermula dari lisan ternyata dapat menyulut permusuhan dan penyakit hati.

Ada delapan perilaku lisan yang harus dihindarkan. Pertama, bohong. Berbicara tidak sesuai dengan kenyataan yang ada atau berita yang dibuat-buat. Saat ini banyak ditemukan berita bohong beredar untuk sekedar menakut-nakuti, mencari popularitas, atau menjatuhkan lawan. Kedua, sumpah palsu. Melakukan sumpah palsu terlebih menyebut nama Allah adalah sebuah dosa besar. Biasanya orang melakukan sumpah palsu agar lawan komunikasinya percaya atas informasi yang disampaikan. Ketiga, ghibah atau membicarakan orang lain tanpa diketahui yang bersangkutan. Tentu yang dibicarakan adalah kejelekan meskipun itu benar adanya tetap tidak dibolehkan. Lalu apabila membicarakan tidak sesuai kebenaran yang ada maka itu disebut fitnah.

Selanjutnya yang perlu dihindarkan dari lisan adalah berbantah-bantahan atau kadang disebut juga debat kusir. Dalam hal ini saling 'adu mulut' tentang sesuatu yang sepele dan bahkan belum pasti kebenarannya. Ke lima, memuji diri sendiri, termasuk di dalamnya merasa paling baik. Kemudian melaknat. Ini perilaku keji karena manusia tidak berhak menilai baik buruk hidup orang lain. Kemudian, mendoakan kejelekan bagi orang lain meskipun merasa telah didzolimi. Maka bersabar dan memaafkan adalah sulit namun mendapatkan kemuliaan di mata Allah.

Terakhir perilaku lisan yang harus dihindarkan adalah meledek dalam arti serius atau bercanda. Dan inilah yang dapat menimbulkan permusuhan. Maka berhati-hatilah karena yang meledek tidak pernah tau perasaan orang yang di ledek, sakit hati atau tidak meskipun tampak tersenyum atau diam karena tidak bisa membalas.

Lalu bagaimana cara menjaga lisan yang dianugerahi Allah diantaranya adalah dengan tidak ikut berkumpul-kumpul hanya sekedar ngobrol terlebih apabila sudah mengarah perilaku lisan yang tidak baik tadi. Cara lain adalah tetap bergaul dengan sabar, jika tidak mampu melakukannya maka menyepilah. Cara yang ke tiga adalah perbanyak diam. Itulah sebabnya Allah ciptakan satu mulut dua telinga agar sedikit bicara banyak mendengar. Dengan cara ini justru akan menjadikan seseorang lebih berharga seperti pepatah mengatakan diam itu emas. Silahkan buktikan antara orang yang dapat mengendalikan dan menjaga lisannya dengan orang yang banyak bicara serta melakukan perilaku yang justru harus dihindarkan tadi. Tentu yang sedikit bicara lebih baik dalam penilaian mmanusia.Singkat kata mari gunakan lisan untuk 3B yaitu baik, benar dan bermanfaat. Waalahu 'a lam.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali